Chandni
19 Februari 2018•Update: 19 Februari 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Pada babak terbaru ketegangan di dalam pemerintahan koalisi Afghanistan, seorang gubernur provinsi pada Minggu menolak mundur dari jabatannya dan menantang wewenang Presiden Mohammad Ashraf Ghani.
Secara rutin, pemerintah Afghanistan merilis daftar calon pengganti untuk lima dari 34 pemimpin provinsi.
Namun Abdul Karim Khudam, gubernur provinsi Namangan yang digulingkan, mengatakan dia tidak akan mundur.
"Pemerintah tidak memilki hak mendepak saya, keputusan itu sepihak," kata Khudam pada sebuah konferensi pers.
Dia mengatakan dia mendapatkan mandatnya sebagai gubernur melalui kesepakatan antara partai Jamiat-e-Islami yang mengusungnya dan pemerintah.
Pemerintah Persatuan Nasional di Afghanistan itu dibentuk dengan bantuan AS setelah pemilu 2014, namun sering mengalami ketidakcocokan.
Langkah Khudam ini persis dengan apa yang dilakukan pejabat Atta Mohammad Noor yang bersikukuh tidak mundur dari jabatannya setelah provinsi Balkh, walaupun surat pengunduran dirinya sudah diterima oleh presiden pada Desember lalu.
Khudam dan Noori keduanya merupakan anggota partai Jamiat-e-Islami, yang berkuasa sejak jatuhnya rezim Taliban pada 2001 silam.