Goksel Yildirim
08 Agustus 2023•Update: 11 Agustus 2023
ANKARA
Turkiye menandatangani perjanjian baru dengan Arab Saudi setelah adanya kesepakatan ekspor pertahanan dan kedirgantaraan terbesar dalam sejarahnya yang ditandatangani oleh produsen kendaraan udara tanpa awak (UAV) Baykar.
Keberhasilan ekspor yang dicapai oleh industri pertahanan Turkiye membawa peluang baru bagi negara itu.
Baykar baru-baru ini menandatangani perjanjian ekspor dan kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Arab Saudi untuk pengadaan kendaraan udara tempur tanpa awak (UCAV) Bayraktar Akinci.
Kesepakatan itu tercatat sebagai kontrak ekspor pertahanan dan kedirgantaraan terbesar dalam sejarah Republik Turkiye.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu, upacara penandatanganan Perjanjian Manufaktur UAV diadakan di Riyadh dan diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Saudi.
Selama upacara, perusahaan pertahanan Turkiye Baykar, Aselsan dan Roketsan menandatangani perjanjian baru dengan perusahaan Saudi.
Baykar menandatangani perjanjian dengan Industri Militer Arab Saudi (SAMI) milik negara untuk produksi lokal dan transfer teknologi, sementara Aselsan dan Roketsan menandatangani MoU dengan Perusahaan Nasional Saudi untuk Sistem Mekanik.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh CEO Baykar Haluk Bayraktar, CEO Aselsan Ahmet Akyol dan General Manager Roketsan Murat Ikinci pada upacara yang dihadiri oleh Haluk Gorgun, kepala Badan Industri Pertahanan Turkiye.
Dalam sambutannya pada upacara tersebut, Bayraktar mengatakan mereka bersama-sama merayakan momen yang menyenangkan dan menjadi saksi era baru yang memperkuat kerja sama kedua negara.
Menekankan negara-negara yang menerapkan teknologi baru tidak hanya mendapatkan keuntungan tetapi juga membangun ikatan yang lebih kuat dengan sekutu mereka, dia mengatakan, "Kami akan terus berbagi teknologi inovatif, termasuk Bayraktar Akinci."
“Pengembangan platform berteknologi tinggi seperti Bayraktar Akinci tidak diragukan lagi, sangat berharga," ucap dia.
Haluk Bayraktar menambahkan drone Bayraktar Akinci bukanlah senjata atau pesawat terbang biasa, melainkan robot pintar terbang yang dilengkapi dengan puluhan sistem, puluhan ribu baris kode, dan kecerdasan buatan.
Menyoroti proyek ini bukan hanya peluang bisnis bagi Baykar tetapi juga pilar peluang yang menjanjikan sejalan dengan kepentingan negara, Bayraktar mengatakan siap untuk kelanjutan proyek tersebut.
"Baykar menyadari besarnya proyek dan memobilisasi semua kemampuannya untuk memastikan kisah sukses yang menandai kerja sama strategis selama bertahun-tahun," sebut dia.
Bayraktar menambahkan mereka ingin memastikan bahwa pengguna akrab dengan Bayraktar Akinci serta konsep dan seluruh armada Bayraktar dapat digunakan secara efektif, dengan lebih banyak kemampuan.