Nicky Aulia Widadio
29 Juni 2021•Update: 30 Juni 2021
JAKARTA
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penyuntikan vaksin dosis ketiga (booster) kepada tenaga kesehatan.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Slamet Budiarto mengatakan sudah ratusan tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Selain itu, banyak tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 bersamaan dengan lonjakan kasus saat ini, meski mereka telah divaksinasi.
“Sebagian besar kita (tenaga kesehatan) sudah divaksin dua kali, artinya ini terkait efikasinya. Kami harap pemerintah punya kebijakan untuk menyuntikkan booster vaksin,” kata Slamet melalui diskusi virtual pada Selasa.
Dia melanjutkan bahwa risiko yang dihadapi oleh tenaga kesehatan saat ini sangat tinggi dengan jumlah pasien yang melonjak dan munculnya kasus Covid-19 dengan varian Delta yang lebih menular.
Menurut Slamet, pemerintah juga perlu memberi jaminan agar tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 bisa mendapatkan perawatan sehingga bisa kembali pulih.
“Kalau tenaga kesehatan sakit dan meninggal yang akan terdampak itu pelayanan masyarakat. Ada dokter sakit itu tidak dapat ruang perawatan,” tutur dia.
IDI juga mendesak agar pemerintah melakukan pembatasan aktivitas masyarakat yang ketat untuk mengurangi beban pada tenaga kesehatan.
Kebijakan pemerintah menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit dianggap tidak dapat menyelesaikan masalah karena jumlah tenaga kesehatan yang tidak cukup menghadapi lonjakan kasus ini.
Indonesia telah melaporkan kasus Covid-19 harian di atas 20 ribu selama tiga hari berturut-turut, dengan total kasus seluruhnya melebihi 2,13 juta hingga Senin.
Lonjakan kasus ini telah berdampak pada melonjaknya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.
Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan rumah sakit di Jakarta untuk menjadikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai tempat isolasi pasien Covid-19, sedangkan layanan IGD dijalankan di tenda darurat yang dibangun di luar rumah sakit.