Megiza Soeharto Asmail
29 Maret 2018•Update: 30 Maret 2018
Askin Kiyagan
WINA, Austria
Lembaga pendidikan Turki Yunus Emre Institute (YEE) menggelar konferensi untuk memperkenakan ajaran Mevlana Jalaluddin al-Rumi, seorang ulama Sufi, di ibu kota Wina, pada Rabu.
Sejumlah warga negara Turki dan Austria menghadiri pertemuan ini.
"Meski perabadannya telah berlalu, Rumi masih menjadi sosok Sufi yang paling terkenal di dunia saat ini. Dia hanya bisa dijelaskan melalui ajarannya yang telah memengaruhi hati manusia," ujar Manager YEE Wien Ayse Yorulmaz pada pidato pembukaan konferensi.
"Mevlana telah dikenal sebagai Rumi di negara barat dan karyanya sudah dikenal di seluruh dunia," ujar akademisi dari Marmara University Prof. Mahmut Erol Kilic.
Puisi, ajaran dan mistik Sufi dari Rumi telah diketahui dan dibaca oleh para filsuf di seluruh dunia, yang ajarannya telah melampaui batasan ras, warna kulit dan agama.
Rumi, yang dipuja oleh pengikutnya di Turki sebagai Mevlana yang berarti ulama, adalah pujangga muslim, mistik sufi dan filsuf yang lahir di Afghanistan.
Jasad Rumi dimakamkan di provinsi Konya, Turki, di mana para pengikutnya selalu menggelar acara tiap hari peringatan kematiannya.
Salah satu puisi Rumi, Masnavi, yang telah dibuat ke dalam 50 ribu versi dan disebut-sebut sebagai karya berpengaruh dunia Sufisme telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa.