Melike Kinacı, Engin Ozekinci
09 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
KONYA, Turki
Mevlana Jalaluddin al-Rumi, seorang mistik sufi dan cendekiawan Islam disebut Gubernur Provinsi Konya, Turki, Yakup Canbolat sebagai salah satu ‘arsitek perdamaian dan ketenangan di Anatolia selama berabad-abad’.
“Sepanjang sejarah kita, kedamaian dan ketenangan telah terjadi di Anatolia, tempat peradaban dan arsitek spiritual seperti Mevlana memiliki andil besar di dalamnya,” kata Canbolat pada hari pertama peringatan filsuf abad ke-13 itu.
Pada peringatan ulang tahun ke-744 kematiannya, dalam sebuah upacara yang dikenal sebagai Seb-i Aruz atau 'reuni dengan Kekasih’, ajaran-ajaran Mevlana diperingati di tempat dia dimakamkan di Konya, Anatolia.
Dimulai pada hari Kamis dengan kunjungan ke makam Syams Tabrizi dan Persaudaraan di Bulan Maret, acara dilanjutkan dengan sebuah upacara Sema atau tradisi doa di Mevlana Whirling Dervish Hall dan Gulbang.
Mengutip pesan membangun dan persatuan Mevlana, Canbolat mengatakan; “Kami berpikir bahwa perbedaan di antara kami adalah kekayaan yang ada di diri kita sendiri. Kami ingin menyingkirkan semua perbedaan itu dengan menyerukan: saat ini adalah waktunya untuk bersaudara.”
Kemarin, Simposium Mevlana ke-4 digelar di Universitas Seljuk, Konya, sebagai bagian dari peringatan. Berbicara dalam simposium yang bertajuk ‘Mevlana dan Persaudaraan dalam Dunia Muslim’, seorang wakil dari Partai Keadilan dan Pembangunan di Ankara menggarisbawahi sosok Mevlana sebagai panutan.
“Dengan kebutuhan persaudaraan dan persatuan yang dirasakan belakangan ini, maka sosok kepemimpinan orang-orang seperti Mevlana akan mencerahkan jalan kita dan membantu kita memecahkan masalah yang kita hadapi,” katanya.
Peringatan yang digelar selama 10 hari ini mencakup lebih dari 1300 program termasuk simposium internasional, pameran, lokakarya, audisi, pertemuan dan pemutaran film Mevlana.
Tentunya, Mevlevi Ayin-i Sherif atau gerakan “berputar” yang memiliki peraturan khusus di dalamnya, ditampilkan disertai musik pada saat upacara Seb-i Aruz.
Untuk pertama kalinya sebagai bagian dari upacara peringatan internasional, pengunjung kali ini dapat melihat sebuah pameran yang disebut "derviş çeyizi", atau mahkota darwis (sufi), yang menampilkan pakaian-pakaian para darwis.
Tidak hanya itu, peringatan kali ini juga membuka kelas Mesnevi dalam bahasa Turki dan Inggris.
Sedangkan, pada hari terakhir perayaan yang menandai malam reuni Rumi dengan Kekasih akan hadir juga seniman, ilmuwan dan para pecinta Rumi baik dari Turki maupun luar negeri.
*Cansu Dikme dari Ankara turut andil dalam cerita ini.