Davit Kachkachishvili
06 April 2022•Update: 14 April 2022
BORODYANKA, Ukraina
Meskipun tentara Ukraina sudah mengendalikan kembali kota Borodyanka, namun kota itu sekarang menjadi "kota yang hancur" yang dipenuhi dengan bangunan yang hancur dan kendaraan lapis baja yang terbakar.
Anadolu Agency mengambil foto kota yang dilanda perang di mana tentara Rusia hadir dan terjadi bentrokan hebat selama berminggu-minggu hingga sekitar empat hari yang lalu.
Kendaraan lapis baja yang terbakar dapat dilihat di mana-mana, sementara tidak ada listrik, air, gas atau layanan telepon dan sangat sedikit orang di jalanan.
Bangunan sekolah, rumah dan apartemen di pusat kota rusak parah akibat serangan udara dan darat.
Seorang imam sedang berdoa di depan sebuah kediaman di pusat kota, yang dihancurkan oleh serangan udara Rusia.
Seorang ibu berusia 42 tahun dari tiga anak yang tinggal di Borodyanka mengatakan tentara Rusia melakukan serangan selama berhari-hari saat perang dimulai.
Tanpa menyebutkan namanya, dia mengatakan anak-anaknya kelaparan karena mereka tidak bisa keluar rumah.
"Anak-anak tidak ingin melihat siapa pun. Kami hanya berdoa kepada Tuhan untuk mengakhiri perang dan berdoa agar pesawat ditarik."
Seorang pejabat senior, yang juga menolak untuk mengungkapkan identitasnya, mengatakan ada bentrokan hebat di Borodyanka dan seluruh kota menjadi tidak dapat dihuni.
Sementara itu, ada tank, kendaraan lapis baja, tanker, dan ratusan kendaraan sipil yang terbakar setelah bentrokan di jalan raya Kyiv-Zhytomyr, yang merupakan akses menuju kota Borodyanka.
Kendaraan lapis baja yang tidak dapat dikenali lagi selama pemboman berat dan mayat warga sipil yang tewas dalam bentrokan di pinggir jalan juga dapat dilihat.
Perang Rusia-Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional, dengan Uni Eropa, AS dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Setidaknya 1.480 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 2.195 terluka, menurut perkiraan PBB, dengan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4,24 juta warga Ukraina telah melarikan diri ke negara lain, dengan jutaan lainnya mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.