Chandni
03 April 2018•Update: 04 April 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Setidaknya 10 orang, termasuk empat dari komunitas Kristiani, tewas dalam tiga insiden penembakan di provinsi Balochistan pada Senin, lapor polisi dan media lokal.
Semua insiden itu dikabarkan terjadi di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, yang menjadi bagian dari proyek Koridor Ekonomi Pakistan-Tiongkok (CPEC) senilai USD 62 milyar. Proyek itu memiliki tujuan menghubungkan provinsi Xinxiang di Tiongkok dengan pelabuhan Gawadar, Pakistan melalui jaringan jalanan, jalur kereta dan pipa untuk mengirim barang, minyak, dan gas.
Para pelaku menembaki sebuah bajaj di jalan raya yang padat dan membunuh empat orang anggota komunitas Kristiani, lapor stasiun televisi Samaa TV.
Polisi menimbang sejumlah alasan kejadian tersebut, termasuk terorisme, namun belum ada kelompok yang mengaku menjadi dalang peristiwa itu.
"Itu mungkin adalah sebuah serangan teroris atau permusuhan pribadi. Kami melihat semua kemungkinan," kata seorang anggota polisi senior kepada Anadolu Agency.
Sebanyak lima orang lainnya juga tewas dalam peristiwa penembakan serupa, yang diduga adalah kelanjutan sebuah perselisihan antar-suku, menurut Samaa TV.
Seorang warga sipil lainnya tewas dalam insiden tabrak lari, juga di Quetta, kata polisi.
Provinsi Balochistan, yang merambah hingga Afghanistan dan Iran, menjadi lokasi yang penting karena memiliki kekayaan tembaga, seng dan gas bumi.
Selama enam dekade terakhir, kawasan itu mengalami berbagai insiden kekerasan, dan pemberontak pun mengatakan mereka dipaksa bergabung dengan Pakistan ketika penjajah Inggris angkat kaki pada 1947 silam.
Dalam beberapa tahun terakhir, kekerasan antar-suku di provinsi itu, khususnya di Quetta, menelan hingga lebih dari 2.200 nyawa penduduk.