Erric Permana
16 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah mengakui 14 negara telah mengeluarkan travel advisory kepada warga negaranya menyusul adanya rentetan aksi teror yang terjadi di Indonesia.
Meski demikian, Menteri Pariwisata Arief Yahya bersyukur belum ada wisatawan asing yang membatalkan perjalanannya.
"Kemenpar melakukan monitoring terus. Bersyukurnya belum ada pembatalan. Di Bali terutama yang jadi barometer," ujar Menteri Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu.
Menteri Arief pun mengklaim tidak ada tren penurunan wisatawan asing akibat sejumlah aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
"Kalau statistik belum ada pembatalan terutama di daerah besar seperti Bali, Jakarta dan Kepri. Itu menyumbang 90 persen," kata dia.
Pada Selasa malam, 12 negara mengeluarkan travel advisory untuk warga negaranya. Pada Rabu siang, Swiss dan Brasil menjadi negara ke-13 dan 14 yang mengeluarkan travel advice untuk warganya.
Menteri Arief pun mengakui telah memberitahukan industri pariwisata jika terjadi sejumlah aksi teror di Indonesia.
“Kalau ada kejadian, misalkan di Riau, kita harus umumkan. Kita harus fair tidak boleh menjebak wisatawan,” ujar Arief.
Sementara itu, menurut Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Pemerintah Indonesia telah memastikan kondisi di dalam negeri tetap aman meski adanya serangan dari kelompok teror.
Dikeluarkannya travel advisory pun, kata dia, merupakan hal wajar yang dilakukan negara untuk mengimbau warga negaranya untuk tetap waspada.
“Kita mengatakan kita aman, kita aman. Semua berjalan normal. Bahkan di Surabaya sudah berjalan normal,” ujar dia.
Sejak Minggu lalu, rentetan aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya. Tiga gereja menjadi sasaran teroris yang merupakan satu keluarga. Sehari setelahnya, bom bunuh diri juga terjadi di Polrestabes Surabaya. Pelaku teror membawa anak dan istrinya saat meledakkan diri di depan gerbang penjagaan.
Hari ini, aksi teror kembali terjadi ketika empat anggota kelompok teror memaksa masuk Mapolda Riau dan menyerang sejumlah anggota polisi.