27 Oktober 2017•Update: 28 Oktober 2017
Alpha Kamara
DAKAR, Senegal
Tiga anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di utara Mali tewas setelah kendaraan mereka menabrak ranjau atau alat peledak improvisasi, kata Misi Multidimensional Stabilisasi Terpadu PBB di Mali (MINUSMA), Kamis.
Dalam pernyataan, MINUSMA mengatakan kendaraan tersebut mengangkut barang-barang logistik dari Tessalit ke Aguelhok, di utara Kota Kidal.
"Pasca ledakan, tiga anggota pasukan tewas dan dua lainnya luka-luka. Mereka yang selamat kemudian dievakuasi ke Kidal" kata MINUSMA.
"Saya mengutuk keras tindakan keji yang dilakukan untuk mengacaubalaukan negara dan proses perdamaian di Mali. Saya ingin menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalalamnya bagi keluarga para korban," kata kepala misi sementara Koen Davidse.
"Misi ini akan terus berlanjut demi mewujudkan perdamaian di Mali," tambah Davidse.
MINUSMA mengatakan, berdasarkan hukum internasional, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Menurut laporan PBB yang dirilis pada Agustus, lebih dari 100 pasukan penjaga perdamaian tewas di Mali.
Hingga saat ini, pelaku serangan masih belum diketahui.