Muhammad Abdullah Azzam
01 Maret 2018•Update: 01 Maret 2018
Mouhamed Gueye
ANKARA
Enam tentara tewas dalam serangan ranjau yang diletakan di pinggir jalan di kota Mopti, Mali, negara Afrika Barat, Rabu.
Menurut sebuah pernyataan dari tentara Mali, ranjau tersebut meledak saat kendaraan militer melintas di distrik Dioura, kota Mopti, bagian dalam Mali. Akibat ledakan ranjau tersebut enam tentara tewas di tempat kejadian.
Hingga kini belum ada pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Diketahui bahwa kelompok separatis aktif di wilayah itu.
Sebelumnya, sebuah serangan bersenjata dilakukan lima teroris terhadap pasukan keamanan di daerah Youwarou. Dua tentara dan lima teroris tewas dalam baku tembak penyerangan tersebut.
Pada tahun 2013, bedasarkan permintaan dari pemerintah sementara Mali, Perancis melakukan intervensi militer ke wilayah ibu kota Bamako menyusul perampasan kota Kidal, Timbuktu dan Gao oleh Gerakan Separatis Nasional Azavad (MNLA) pada tahun 2012.
Sebuah perjanjian damai yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan ditandatangani berbagai pihak di Aljazair pada 2015.
Namun kelompok bersenjata yang tak hadir dalam pertemuan tersebut kini kembali menunjukan kegiatan separatisnya di bagian utara dan tengah negara itu.