Melike Pala
30 April 2026•Update: 30 April 2026
Amnesty Uni Eropa mengkritik Kementerian Luar Negeri Israel karena membagikan video yang telah diedit secara selektif terkait pernyataan Uni Eropa mengenai flotilla kemanusiaan ke Gaza, dengan menyoroti penghilangan konteks penting soal risiko keselamatan para aktivis.
Dalam pernyataan di platform X pada Rabu, organisasi hak asasi manusia tersebut menyebut versi video yang disebarkan Israel telah dipotong dan tidak mencantumkan penjelasan lengkap mengenai risiko yang dihadapi peserta misi kemanusiaan.
Amnesty menyatakan bahwa dalam versi lengkap, Uni Eropa menyarankan agar flotilla tidak dilakukan karena berisiko terhadap keselamatan peserta, yang merujuk pada tindakan Israel sebelumnya berupa pencegatan flotilla secara tidak sah, penahanan sewenang-wenang, serta perlakuan buruk terhadap para aktivis.
Sebelumnya pada Senin, juru bicara Komisi Eropa Anita Hrncirova menjawab pertanyaan Anadolu mengenai Global Sumud Flotilla, inisiatif sipil yang bertujuan menyalurkan bantuan ke Gaza melalui jalur laut.
Hrncirova mengatakan Uni Eropa tidak menganjurkan metode tersebut karena berisiko bagi keselamatan peserta, meskipun tetap mengakui tujuan kemanusiaan dari inisiatif itu.
Namun, Kementerian Luar Negeri Israel kemudian membagikan cuplikan pendek dari pernyataan tersebut dan menyajikannya sebagai bukti bahwa Uni Eropa tidak mendukung flotilla tersebut.
Kapal-kapal Freedom Flotilla tiba di pelabuhan Syracuse, Pulau Sisilia, Italia, pada Kamis malam setelah berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 12 April, dalam perjalanan menuju Gaza.
Inisiatif ini merupakan upaya kedua Global Freedom Flotilla setelah percobaan sebelumnya pada September 2025 berujung pada serangan Israel terhadap kapal di perairan internasional pada Oktober tahun yang sama, serta penahanan ratusan aktivis internasional sebelum akhirnya dideportasi.
Misi terbaru melibatkan perwakilan organisasi masyarakat sipil, aktivis, dan relawan dari berbagai negara yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang menyebabkan sekitar 1,5 juta warga Palestina kehilangan tempat tinggal dari total populasi sekitar 2,4 juta akibat kehancuran rumah selama perang.