KYIV, Ukraina
Tim koresponden Anadolu Agency pada Senin memasuki sebuah desa yang dibebaskan oleh pasukan Ukraina dari pendudukan tentara Rusia.
Kepala desa Motyzhyn, yang terletak 30 mil sebelah barat dari ibu kota Kyiv, dieksekusi bersama keluarganya.
Tentara Ukraina menemukan empat mayat dua hari lalu di hutan. Baru-baru ini diketahui bahwa mayat-mayat itu milik kepala desa Olga Sukhenko, suaminya Igor, dan putranya Alexander.
Sementara jenazah yang keempat belum teridentifikasi.
Anton Herashchenko, penasihat senior menteri dalam negeri Ukraina, berbicara kepada Anadolu Agency di Motyzhyn di mana dia tiba setelah pembebasan kota itu.
Dia langsung menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin atas pembunuhan kepala desa dan keluarganya.
Setelah membebaskan kota Bucha pada 1 April dari pasukan Rusia, pasukan Ukraina menemukan tumpukan mayat di jalanan.
Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova mengatakan 410 mayat sipil ditemukan di wilayah Kyiv.
Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan beberapa negara Uni Eropa menuduh Rusia melakukan "kejahatan perang" di Ukraina, menyusul laporan dugaan kekejaman di Bucha.
Setidaknya 1.417 warga sipil telah tewas di Ukraina dan 2.038 terluka, menurut perkiraan PBB, dan angka sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 4,1 juta warga Ukraina juga telah melarikan diri ke negara lain, dengan jutaan lainnya mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.