Maria Elisa Hospita
13 Agustus 2018•Update: 13 Agustus 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Di tengah perpecahan politik yang melanda Pakistan sejak pemilihan umum bulan lalu, anggota Majelis Nasional Pakistan (Majelis Rendah) akhirnya dilantik pada hari Senin.
Upacara pengambilan sumpah berlangsung di gedung parlemen, di Islamabad. Mantan ketua majelis Sardar Ayaz Sadiq bertugas mengambil sumpah.
Pelaksanaan upacara itu bertepatan dengan dimulainya pengadilan korupsi mantan PM Nawaz Sharif, yang telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena memiliki empat apartemen mewah di London.
Beberapa anggota majelis yang disumpah di antaranya adalah kandidat perdana menteri Imran Khan, mantan presiden Asif Zardari, ketua Liga Muslim Pakistan Shehbaz Sharif, mantan PM Raja Pervez Ashraf, pimpinan Partai Rakyat Pakistan (PPP) Bilawal Bhutto Zardari, dan kandidat ketua majelis Asad Qaiser.
Khan dari Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) - yang unggul sebagai partai tunggal terbesar dalam pemilu 25 Juli - tampak mengenakan shalwar-kameez (pakaian tradisional) dan duduk di barisan terdepan selama upacara pengambilan sumpah.
Sidang selanjutnya akan digelar pada 15 Agustus untuk memilih ketua dan wakil majelis yang baru.
Sidang untuk memilih perdana menteri kemungkinan akan diadakan sehari setelahnya, 16 Agustus. Perdana menteri baru akan mengambil sumpah jabatan pada 18 Agustus.
Tiga dari empat majelis provinsi - Sindh, Balochistan dan Khyber Pakhtunkhawa - juga dilantik di Karachi, Quetta, dan Peshawar pada Senin. Majelis Punjab akan menyusul pada 15 Agustus.
Menurut Komisi Pemilihan Umum Pakistan, PTI unggul dengan perolehan 158 kursi. PML berada di urutan kedua dengan 82 kursi, sedangkan PPP dan MMA masing-masingnya memperoleh 53 dan 15 kursi.
Partai-partai oposisi telah membentuk Aliansi Oposisi untuk menolak hasil pemilu 25 Juli lantaran dianggap penuh "kecurangan" dan "manipulasi".
Mereka bertekad melanjutkan aksi protes di seluruh penjuru negeri dan menuntut pejabat komisi pemilu untuk mengundurkan diri.
Komisi telah membantah tudingan-tudingan itu dan menegaskan bahwa pemilu telah berlangsung dengan bebas dan adil.
*Islamuddin Sajid turut melaporkan dari Islamabad