Astudestra Ajengrastrı
11 Juli 2018•Update: 12 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Kamis mengumumkan sedang mempersiapkan tarif 10 persen pada produk-produk senilai USD200 miliar dari Tiongkok, dalam perang dagang yang terus meningkat antara Washington dan Beijing.
Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer merilis daftar beraneka produk yang akan dipenalti setelah rapat dengar publik dan periode komentar. Produk-produk tersebut termasuk daging, ikan hias air tawar dan asin, sejumlah makanan laut termasuk belut dan tuna, alarm kebakaran dan pencurian, buah dan sayuran, sarung tangan baseball dan produk-produk berbahan karet.
Jumat lalu, AS menetapkan tarif sebesar 25 persen pada produk-produk senilai USD34 miliar dari Tiongkok, yang dengan cepat dibalas Tiongkok dengan menetapkan penalti dengan besaran sama kepada produk-produk asal Amerika.
Lighthizer menyebut pungutan Tiongkok ini dilakukan "tanpa dasar hukum internasional atau pembenaran apapun", menekankan bahwa Washington memberi penambahan tarif untuk mengkoreksi "praktik-praktik perdagangan Tiongkok yang kasar dan tak memikirkan hak intelektual dan inovasi".
"Tiongkok melakukan kebijakan industri yang menghasilkan perpindahan dan pencurian kekayaan intelektual dan teknologi yang merugikan perekonomian kami, juga masa depan pekerja dan bisnis kami," ujar dia melalui pernyataan.
Bulan lalu, Presiden Donald Trump mengancam Tiongkok dengan penalti ekonomi yang terus meningkat bila Beijing menolak untuk menyetujui permintaannya memperkecil ketidakseimbangan perdagangan AS-Tiongkok dan menghentikan "praktik-praktik tidak adil" mereka. Trump mengancam penambahan tarif USD200 miliar, yang kemudian diumumkan pada Selasa, bila Tiongkok tidak mau mengubah cara perdagangannya.
Penambahan tarif terbaru ini dilaporkan akan berlaku sekitar akhir Agustus nanti.
Di sisi lain, sebagian anggota parlemen menyuarakan kekhawatiran mereka tarhadap kebijakan proteksionis Trump. Perkembangan pada Selasa lalu semakin meningkatkan kegelisahan di Capitol Hill.
Ketua Komite Keuangan Senat Partai Republik Orrin Hatch berkata pengumuman ini "tampak gegabah dan tidak bertujuan".
"Kami tidak bisa pura-pura tidak melihat praktik perdagangan Tiongkok, namun aksi ini tidak menunjukkan strategi yang bisa memberikan kesempatan negosiasi bagi pemerintah AS dengan Tiongkok, sembari menjaga kesehatan dan kemakmuran perekonomian Amerika dalam jangka panjang," kata dia melalui pernyataan.