Michael Hernandez
18 Januari 2022•Update: 19 Januari 2022
WASHINGTON
Amerika Serikat dan PBB pada Senin mengecam keras serangan di ibu kota Uni Emirat Arab yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai enam lainnya.
Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, mengatakan AS "sangat mengutuk serangan teroris hari ini di Abu Dhabi."
"Houthi telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini, dan kami akan bekerja dengan UEA dan mitra internasional untuk meminta pertanggungjawaban mereka," kata Sullivan dalam sebuah pernyataan.
"Komitmen kami terhadap keamanan UEA tidak tergoyahkan dan kami berdiri di samping mitra Emirat kami melawan semua ancaman terhadap wilayah mereka."
Sebelumnya pada Senin, tiga truk tangki bahan bakar meledak di kawasan industri Musaffah di ibu kota Abu Dhabi.
Kebakaran juga terjadi di lokasi konstruksi di Bandara Internasional Abu Dhabi.
Pemberontak Houthi mengatakan bahwa mereka melakukan operasi militer "jauh di UEA," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
UEA mengatakan berhak menanggapi serangan Houthi dan bersumpah serangan itu tidak akan dibiarkan begitu saja.
Emirat adalah anggota koalisi pimpinan Saudi yang telah memerangi pemberontak Houthi di Yaman sejak 2015.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengutuk serangan itu dengan mengatakan "serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang oleh hukum humaniter internasional".
"Sekretaris Jenderal PBB meminta semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan mencegah eskalasi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu. Tidak ada solusi militer untuk konflik di Yaman," kata kantor Guterres.