Shadi Khan Saif
31 Agustus 2017•Update: 02 September 2017
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Dalam pernyataan yang dirilis Rabu malam, pasukan Resolute Support Mission (RSM) yang dipimpin NATO mengatakan bahwa pasukan AS di Afganistan mengetahui tentang insiden di distrik Pul-e-Alam di Logar yang mengambil nyawa korban.
Insiden terbaru ini menunjukkan peningkatan jumlah serangan udara menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai strategi baru terhadap Afganistan pekan lalu.
"Pasukan AS-Afganistan menanggap serius dugaan adanya korban warga sipil dan kami bekerja dengan mitra Afgan untuk menggali fakta mengenai lebih lanjut," bunyi pernyataan itu yang mengakui "kemungkinan adanya korban sipil".
Salim Salih, juru bicara pemerintah Provinsi Logar, mengatakan kepada Anadolu Agency serangan itu membunuh tokoh Taliban Mohammadullah yang tengah bersembunyi di area perumahan. Dia memastikan 11 warga sipil juga jatuh menjadi korban serangan udara itu.
Tiga hari lalu, serangan serupa pada wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian Taliban di Provinsi Herat membunuh 13 warga sipil dan 16 pemberontak.
Jailani Farhad, juru bicara pemerintahan Provinsi Herat, mengatakan kepada Anadolu Agency pasukan AS menyerang persembunyian Taliban di area Bakht Aabad pada Senin. Farhad mengatakan 16 militan Taliban, termasuk 2 komandan tinggi, tewas dan 4 lainnya terluka.
Awal bulan ini, ratusan warga Afganistan turun ke jalanan Jalalabad untuk memprotes tewasnya 16 warga sipil pada serangan udara AS tertanggal 10 Agustus.
Pejabat pemerintah di Jalalabad, Ibukota Provinsi Nangarhar, mengaku 'beberapa warga sipil' terluka dalam serangan itu, namun pasukan AS di Afganistan mengatakan hanya militan Daesh yang menjadi target serangan yang diluncurkan di area Haska Maina.
Menyerukan slogan 'Mati bagi Amerika', 'Mati bagi warga asing', para demonstran berkumpul di luar balaikota Jalalabad.
Mengecam 'serangan udara yang membabi-buta', mereka mendorong pemerintah Afganistan serta RSM menyelidiki tuntas insiden Haska Maina dan menghentikan kejadian itu berulang.