Rhany Chairunissa Rufinaldo
15 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Abduljabbar Aburas
ANKARA
Amerika Serikat memerintahkan pegawai pemerintah non-darurat untuk meninggalkan Irak, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Perintah tersebut mencakup para staf Kedutaan Besar AS di Baghdad dan konsulatnya di Erbil.
"Pemerintah AS memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan layanan darurat kepada warga AS di Irak," kata kedutaan besar di Baghdad, dalam sebuah pernyataan, Rabu.
Layanan visa normal di kedua kantor juga telah ditangguhkan sementara.
Pada Minggu, Kedutaan Besar AS di Baghdad memperingatkan warga negaranya agar tidak bepergian ke Irak di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
Sebelumnya, AS memutuskan untuk mengirim baterai rudal Patriot dan kapal dermaga pengangkut amfibi Angkatan Laut ke Timur Tengah.
Pemerintah AS memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran pada November, setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik partisipasi negaranya dari kesepakatan nuklir 2015 yang ditandatangani oleh Teheran, Washington dan lima negara lainnya.
Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan Iran akan melanjutkan pengayaan uranium tingkat tinggi jika kepentingan Teheran dalam perjanjian nuklir tidak dilindungi dalam 60 hari.