Canberk Yuksel
23 September 2017•Update: 24 September 2017
Canberk Yuksel
NEW YORK
Sebuah bendungan di Puerto Rico pada Jumat mengalami kerusakan struktural, memaksa evakuasi warga menyusul Badai Maria, kata pemerintah.
"Ada sekitar 70.000 warga yang akan terdampak jika bendungan itu benar-benar roboh," kata Gubernur Ricardo Rossello dalam sebuah konferensi pers di Bendungan Guajataca yang dibangun pada 1920-an oleh Korps Insinyur Angkatan Darat AS (USACE). "Kami tidak tahu detailnya. Warga harus dievakuasi."
Evakuasi dilakukan menyusul peringatan banjir bandang yang dikeluarkan Badan Cuaca Nasional untuk kota Isabela dan Quebradillas, yang rentan mengalami "situasi yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa."
Badai Maria terjadi pada Jumat siang dan bergerak ke arah timur ke bagian tenggara Bahama dengan kecepatan 9 mil per jam (14 kmh), dengan angin berkekuatan 125 mph (201 kmh), menurut Pusat Badai Nasional.
Badai Maria, badai terkuat yang menyerang Puerto Rico dalam 90 tahun terakhir, meluluhlantakkan wilayah Amerika ini pada Rabu. Akibatnya sekitar 3,5 juta warga hidup tanpa listrik sementara puluhan ribu lainnya mengungsi.
Presiden Donald Trump menyatakan status darurat untuk Puerto Rico pada Rabu malam, memerintahkan diluncurkannya bantuan federal untuk membantu upaya pemulihan. Pada Kamis, ia mengatakan bahwa Badai Maria "sangat menghancurkan" wilayah Amerika itu dan ia berencana mengunjungi pulau tersebut.
Badai Maria merupakan badai terparah kedua yang dialami Puerto Rico dalam musim badai setelah Badai Irma yang terjadi dua minggu lalu.