Ekip
20 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
Tony Rigopoulos
ATHENA
Kekerasan dilaporkan terjadi Selasa malam di Pengungsian Moria, Lesbos, Pulau Yunani.
Menurut kantor berita AMNA, bentrokan serius terjadi antara pengungsi Arab, Afghanistan dan Irak.
Belum diketahui jumlah korban luka yang dilarikan ke rumah sakit, sementara beragam laporan menyatakan ambulan dan mobil pemadam kebakaran bergegas ke lokasi bentrokan.
Polisi penangkal huru hara yang bertanggung jawab atas masalah keamanan di areal pengungsian itu telah mengunakan gas air mata untuk memisahkan pertikaian, dimana media besar menyebut kondisi tersebut sebagai “situasi medan perang”
Bentrokan antar pengungsi bukanlah hal yang aneh di kamp pengungsian, namun sekarang kekerasan lebih sering terjadi di sana.
Situasi di kamp pengungsian Moria makin memburuk hari demi hari. Sebanyak 5.500 pengungsi saat ini tinggal di kamp tersebut dalam kondisi yang sangat berat dan menyedihkan.
“Di Lesbos, lebih dari 5.400 orang tinggal di tenda yang kepenuhan dan ruangan yang minim untuk dijadikan rumah yang layak, kurang makanan, air bersih, sanitasi, perawatan kesehatan dan proteksi keamanan. Lusinan orang, diantara mereka anak-anak kecil, bersempit-sempit dalam tenda,” kata Amnesty International dan organisasi kemanusiaan lain dalam surat yang ditujukan pada Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, Oktober lalu.