Maria Elisa Hospita
31 Januari 2019•Update: 31 Januari 2019
Serife Cetin
BRUSSEL
Uni Eropa mengambil langkah-langkah untuk melindungi mahasiswa peserta program pertukaran pelajar Erasmus, jika Brexit terjadi tanpa adanya kesepakatan.
Wakil Presiden Komisi Uni Eropa Frans Timmermans mengemukakan proposal itu dalam pertemuan mingguan komisioner di Brussel.
Dia ingin memastikan para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan mereka "tanpa gangguan" meskipun ada Brexit.
Sebagai bagian dari program Erasmus, sebanyak 14.000 siswa Uni Eropa saat ini menempuh pendidikan di Inggris, sementara 7.000 siswa Inggris belajar di 27 negara anggota UE.
Dalam referendum 2016, Inggris memutuskan untuk meninggalkan UE setelah lebih dari 40 tahun menjadi anggotanya.
Inggris dijadwalkan meninggalkan UE pada 29 Maret.
Erasmus adalah program pertukaran pelajar Uni Eropa yang didirikan pada 1987.