Maria Elisa Hospita
24 April 2020•Update: 25 April 2020
Ibrahim Saleh
BAGHDAD, Irak
Dewan Yudisial Tertinggi Irak mengumumkan bahwa lebih dari 20.000 tahanan telah dibebaskan sejauh ini.
Pembebasan itu dilakukan untuk mengekang penyebaran wabah virus korona.
"Keputusan ini diambil sejalan dengan Crisis Cell Irak mengenai pengurangan risiko penyebaran virus," jelas dewan dalam sebuah pernyataan.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa jumlah tahanan yang dibebaskan hingga 22 April menjadi 20.040 orang.
Sejak mewabahnya virus korona di Irak, pihak berwenang telah mengambil sejumlah kebijakan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, termasuk penangguhan penerbangan, penutupan tempat pariwisata, meliburkan sekolah dan universitas, dan melarang warga negara asing masuk.
Sejauh ini, Irak telah mengonfirmasi 1.631 kasus Covid-19, termasuk 83 orang yang meninggal dunia dan 1.146 yang sudah dinyatakan pulih.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China akhir tahun lalu dan telah menyebar ke 185 negara dan wilayah.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikat, virus ini telah menginfeksi 2,71 juta orang dan 191 ribu di antaranya meninggal dunia.
* Ahmed Asmar turut melaporkan dari Ankara