Maria Elisa Hospita
03 Maret 2021•Update: 04 Maret 2021
Kyaw Lynn
YANGON
Setidaknya enam orang tewas di Myanmar pada Rabu ketika polisi dan pasukan keamanan menggunakan senjata mematikan untuk membubarkan aksi protes menentang kudeta militer.
Pada Rabu, sejumlah besar warga kembali turun ke jalan di kota-kota besar di seluruh negeri mendesak pemulihan pemerintahan sipil.
Menurut Eleven Media Group, dua demonstran tewas ditembak oleh pasukan keamanan di Mandalay.
Sementara itu, Monywa Gazette, outlet berita lokal lainnya, melaporkan bahwa lima orang dibunuh oleh pasukan keamanan di Kota Monywa.
Radio Free Asia's Burma Service mengunggah video di mana polisi menyeret dua jenazah setelah menindak para pengunjuk rasa di Monywa.
Menurut Khit Thi Media yang mengutip petugas penyelamat sukarela sebagai saksi, seorang pengunjuk rasa meninggal karena luka tembak di ibu kota komersial, Yangon.
Rekaman yang menunjukkan polisi mendirikan barikade di Kota Okalapa Utara, Yangon, juga beredar luas di media sosial.