Muhammad Abdullah Azzam
23 Maret 2021•Update: 23 Maret 2021
Cagri Kosak
TRIPOLI
Mohammad Menfi, kepala Dewan Kepresidenan Libya, pada Senin menyerukan rekonsiliasi antar lembaga di negaranya, dan dia juga menyampaikan dukungannya kepada lembaga eksekutif.
Menfi menerima kunjungan Jan Kubis, Utusan Khusus PBB untuk Libya, dan Raisedon Zenenga, koordinator Misi Dukungan Libya PBB (UNSMIL) di kantornya di Tripoli, menurut pernyataan dari Dewan Presiden.
Menegaskan kewenangan eksekutif baru bergantung pada keputusan yang diambil di Jenewa, Menfi mengatakan bahwa rekonsiliasi yang komprehensif antar lembaga harus dicapai, penyatuan lembaga negara, dan dukungan untuk Komite Militer Bersama 5 + 5 untuk melanjutkan tugasnya.
Kubis mengatakan bahwa PBB dan UNSMIL mendukung stabilitas dan solusi politik di Libya, dia juga menekankan bahwa mereka mendukung semua upaya untuk menyatukan lembaga negara dan Komite Militer Bersama 5 + 5.
Menurut road map yang dipimpin PBB untuk Forum Dialog Politik Libya, Presiden Mohamed Menfi, Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibeh dan pemerintahan yang akan datang diperkirakan akan memimpin negara itu menuju pemilihan pada 24 Desember 2021.
Pada 5 Februari, delegasi Libyadi Jenewa memilih Menfi untuk memimpin tiga anggota Dewan Presiden dan Dbeibeh sebagai perdana menteri baru.
Parlemen Libya memberikan mosi percaya kepada pemerintah Dbeibeh pada 10 Maret dengan 132 suara dari 133 anggota parlemen yang menghadiri sesi tersebut.
Rakyat Libya berharap upaya ini akan mengakhiri perang saudara selama bertahun-tahun yang telah melanda negara itu sejak penggulingan dan pembunuhan Muammar al-Qaddafi pada 2011.