Maria Elisa Hospita
06 Juli 2018•Update: 07 Juli 2018
Omer Koparan, Mohamad Misto, Burak Karacaoglu
DARAA/AZAZ/IDLIB
Lebih dari 350.000 orang telah melarikan diri dari kota Daraa, di barat daya Suriah, ke daerah perbatasan dekat Yordania dan Israel, karena serangan pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutu mereka.
Menurut seorang sumber dari badan pertahanan sipil, pada 12 Juni, rezim Assad - yang didukung kelompok-kelompok milisi Iran dan kekuatan udara Rusia - melancarkan operasi besar-besaran untuk mengambil alih wilayah-wilayah di selatan Suriah yang dikuasai oposisi.
Sumber yang sama mengatakan bahwa jumlah orang yang melarikan diri dari Daraa telah melampaui 350.000 jiwa.
Sebagian besar perempuan dan anak-anak mencari tempat berlindung di dekat perbatasan Yordania. Sementara itu, sebuah drone Anadolu Agency telah berhasil merekam aktivitas warga Daraa yang tinggal di tenda-tenda darurat.
Menurut Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, setidaknya 214 warga sipil - termasuk perempuan dan anak-anak - tewas dalam serangan rezim di Daraa selama 15 - 30 Juni.
Serangan itu telah memaksa puluhan ribu warga sipil melarikan diri ke daerah dekat perbatasan Suriah dengan Yordania.
Pada Kamis, PBB meminta Yordania untuk membuka perbatasannya dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi puluhan ribu rakyat Suriah yang melarikan diri dari serangan udara di barat daya Suriah.