Betul Yuruk
11 Desember 2017•Update: 12 Desember 2017
Betul Yuruk
NEW YORK
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Minggu mengatakan bila perempuan menuduh seseorang melakukan pelecehan, kisah mereka patut didengarkan dan kemudian diatasi, walaupun menyangkut Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Perempuan harus selalu nyaman maju dengan cerita mereka dan kita harus siap mendengar mereka,” kata Haley kepada CBS News.
Dia mengatakan pelecehan seksual terjadi bukan hanya di ranah politik namun di berbagai bidang, termasuk Hollywood. Haley mengaku dia ‘sangat bangga’ melihat perempuan-perempuan yang berani mengungkapkan kisah mereka.
“Kita mendengar tentang itu [tuduhan pelecehan seksual oleh Trump] sebelum pemilihan. Dan saya rasa setiap perempuan yang merasa dilecehkan atau mengalami perlakuan tidak mengenakkan, mereka memiliki hak untuk bicara,” jelas Haley.
“Saya tahu dia [Trump] sudah dipilih namun perempuan harus selalu nyaman maju dengan cerita mereka.”
Selama masa kampanye kepresidenan 2016, muncul berbagai kisah mengenai Trump yang dituduh melakukan pelecehan seksual. Dia menyangkal semua tuduhan itu.
Langkah Trump mengenai Yerusalem
Ketika ditanya mengapa Trump mengambil keputusan untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem di tengah konflik Timur Tengah, Haley mengatakan “Langkah itu ditunggu-tunggu warga AS selama 22 tahun”.
Rabu pekan lalu, presiden AS itu mengemukakan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkah itu dikecam dunia internasional.
Haley mengatakan ‘langkah itu benar’ karena merupakan ‘realitas’.
“Setiap kandidat presiden Partai Republik dan Demokrat mengatakan Yerusalem adalah ibu kota Israel dan kedutaan harus dipindahkan,” kata dia.
Haley mengatakan Trump saja ‘yang memiliki keberanian untuk benar-benar melakukan itu’.
“Selama 22 tahun terakhir, semua mengatakan tunggu… tunggu. Presiden Trump tidak ingin menunggu lebih lama lagi,” kata Haley. “Saya rasa ketika kita mengakui kebenaran, ketika kedua pihak mengakui realitas, setelah itu baru bisa mencapai perdamaian.”
Haley juga menekan bahwa Trump tidak membicarakan perbatasan atau status kota Yerusalem karena ‘hal itu adalah masalah antara Palestina dan Israel’.
“Itu bukan keputusan yang harus diambil AS,” terang Haley.
Perubahan kebijakan Washington terkait Yerusalem memantik demonstrasi di seluruh dunia, termasuk di kawasan Palestina, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, dan Indonesia.
Yerusalem masih menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang berharap Yerusalem Timur -- kini diduduki Israel -- kelak menjadi ibu kota negara Palestina.