Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Oktober 2018•Update: 12 Oktober 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Facebook mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah menutup lebih dari 800 akun dan halaman yang berasal dari AS karena telah membanjiri pengguna lain dengan konten yang berorientasi politik, sebuah langkah yang dianggap melanggar aturan tentang spam.
Perusahaan media sosial itu menghapus 559 halaman dan 251 akun, mencatat bahwa beberapa di antaranya adalah akun palsu yang memposting konten politik untuk mendapatkan uang.
"Banyak yang menggunakan akun palsu atau beberapa akun dengan nama yang sama dan memposting sejumlah besar konten di seluruh jaringan Grup dan Halaman untuk mengarahkan kunjungan ke situs web mereka," kata Facebook dalam kiriman blog.
"Lainnya adalah iklan palsu yang menggunakan Facebook untuk menyesatkan orang agar berpikir bahwa mereka adalah forum debat politik yang resmi."
Keputusan itu diambil kurang dari sebulan sebelum pemilihan kongres paruh waktu dan dapat menyalakan kembali tuduhan-tuduhan tentang penyensoran politik.
Pada April, banyak anggota kongres dari Partai Republik menuduh Facebook menyensor media konservatif ketika CEO Mark Zuckerberg bersaksi di depan komite Senat dan DPR.
Namun, Facebook mengatakan bahwa mereka menutup akun-akun tersebut karena melanggar aturan spam perusahaan, bukan karena konten mereka.
"Inilah mengapa saat memutuskan akun, halaman atau grup mana yang akan dihapus, sangat penting bagi kami untuk melihat perilaku para pelaku ini daripada konten yang mereka buat, apakah mereka menggunakan akun palsu atau berulang kali memposting spam," kata Facebook.