Muhammad Abdullah Azzam
20 Januari 2018•Update: 21 Januari 2018
Ali Kemal Akan
ANKARA
Pemimpin Organisasi FETO Fetullah Gulen mengeluarkan pernyataan “kafir” terhadap sejumlah tentara senior dan polisi yang menyerahkan diri baru-baru ini.
Kelompok teroris yang menjadi dalang dibalik peristiwa kudeta 15 Juli 2016 itu terlihat panik karena mulai banyak pejabat militer dan polisi yang menyerahkan diri ke pihak berwajib.
Para tentara dan polisi senior yang menyerahkan diri itu membeberkan beberapa nama penting dalam organisasi tersebut.
Fetullah Gulen membuat sebuah video baru untuk mencegah perpecahan organisasinya.
Dalam sebuah rilis video di media sosial yang berafiliasi ke FETO, Gulen menuduh mereka yang menyerahkan diri dan membocorkan nama-nama penting di organisasi "telah kafir", walau salat "10 kali" dalam sehari.
Gulen mengatakan, lebih baik mendapatkan kekerasan karena itu “berpahala” ketimbang menyerahkan diri.
Fetullah Gulen mengaku dirinya sebagai “imam alam semesta” dalam pernyataan di video sebelumnya. Para pengikutnya pun menganggap Gulen sebagai "Mahdi".
Bahkan Gulen mengatakan tugas para nabi telah berakhir setelah wafatnya Nabi Muhammad.
“Jika saudara saya Jibril mendatangi dan mengatakan kepada saya, ‘kamu harus melakukan ini’, saya pun akan menjawab kepadanya, ‘saya tidak akan melakukan itu’,” ujar Gulen seolah menolak tawaran tugas yang akan diberikan malaikat Jibril.
Gulen, dengan kata-kata ini, mencoba mempengaruhi semua orang dengan berpura-pura menjadi orang yang memiliki sifat ma’sum (tidak bersalah).
Turki berulang kali meminta ekstradisi Fetullah Gulen setelah kudeta gagal 2016 yang menewaskan 250 orang dan 2.200 orang lainnya terluka.