Maria Elisa Hospita
30 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Setelah bocornya dokumen rencana pengembangan teknologi jaringan 5G nasional, pemerintah Amerika Serikat (AS) belum memutuskan rencana selanjutnya, kata pejabat pemerintah, Senin.
Jaringan media Axios merilis sejumlah dokumen milik pejabat Dewan Keamanan Nasional yang berisi tentang rencana pengembangan jaringan 5G di seluruh wilayah negara.
Dokumen-dokumen tersebut membingkai rencana dalam ketentuan keamanan nasional dengan satu catatan khusus yang menekankan pentingnya membangun jaringan yang aman dari campur tangan pemerintah Tiongkok.
Dalam briefing yang digelar Senin, juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan bahwa belum ada keputusan selanjutnya mengenai hal tersebut.
"Saat ini kami sedang dalam diskusi tahap awal. Sama sekali belum ada keputusan mengenai apa yang akan terjadi. Kita hanya membutuhkan jaringan yang aman," jelas dia.
Dokumen tersebut mengungkapkan dua opsi untuk membangun jaringan nirkabel nasional dalam waktu tiga tahun. Salah satu pilihannya adalah untuk proyek federal, sementara yang lainnya akan memungkinkan perusahaan nirkabel untuk membangun jaringan pesaing -- meskipun seorang pejabat mengatakan kepada Axios bahwa opsi kedua tidak ideal.
Disebutkan pula bahwa rencana tersebut mendapat kritikan tajam dari industri nirkabel dan terus diperdebatkan di dalam pemerintahan Trump selama enam sampai delapan bulan.
"Setiap upaya federal untuk membangun jaringan 5G nasional akan menjadi gangguan dengan biaya besar dan kontraproduktif dari kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk membantu mewujudukan masa depan AS dengan jaringan 5G," kata kepala Komunikasi Federal Ajit Pai lewat sebuah pernyataan tertulis.