Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
29 Januari 2020•Update: 29 Januari 2020
ANKARA
Hamas mengecam ketentuan "Kesepakatan Abad Ini" yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa.
"Kesepakatan ini tidak sebanding dengan kertas yang ditulisnya dan Yerusalem akan tetap untuk Palestina," cuit Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, di Twitter.
Pernyataan Abu Zuhri muncul sebagai reaksi pertama dari kelompok perlawanan itu terhadap ketentuan "Kesepakatan Abad Ini" yang baru saja diumumkan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
"Di bawah visi ini, Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel yang belum terbagi. Tapi itu bukan masalah besar, karena saya sudah melakukan itu untuk Anda, bukan?" kata Trump dalam pidatonya.
Ribuan pengunjuk rasa Palestina turun ke jalan menjelang pengumuman resmi Trump yang menentang proposal tersebut.
Trump memberi pengarahan kepada Netanyahu dan Gantz tentang rencana perdamaian 80 halaman, yang dipelopori oleh menantunya dan penasihat khusus Jared Kushner, di Gedung Putih pada Senin.
Namun, menurut seorang pejabat, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak permintaan Trump untuk berbicara melalui telepon.