Hayatı Nupus
28 Desember 2019•Update: 29 Desember 2019
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Hampir 80 orang tewas, termasuk dua warga negara Turki, dalam serangan bom truk bunuh diri di pos pemeriksaan keamanan di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu.
Menurut Abdulkadir Adan, Kepala Layanan Ambulans Aamin, jumlah korban itu termasuk warga sipil dan pasukan pemerintah.
Duta Besar Turki untuk Somalia Mehmet Yilmaz mengatakan: “Tiga puluh enam orang terluka sedang dirawat di Rumah Sakit Recep Tayyip Erdogan, dan sembilan luka-luka dalam operasi. Menurut informasi yang kami miliki, hampir 80 orang tewas dalam serangan itu.”
“Kami khawatir jumlah orang yang tewas dalam ledakan akan melebihi 100,” tambah dia.
Selain itu, sejumlah orang lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.
Mengecam serangan itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menambahkan: “Saya berharap rahmat Tuhan untuk dua warga negara Turki dan semua saudara Somalia tak bersalah yang terbunuh dalam serangan itu. Kami akan selalu terus mendukung Somalia. Perjuangan kami yang gigih melawan teror akan terus berlanjut.”
Serangan itu terjadi di persimpangan yang disebut Ex-Control Afgoye, di pinggiran barat daya ibu kota, pada pagi hari yang sibuk.
“Para pelajar yang tengah berangkat ke sekolah dan universitas termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu,” ujar Ismail Mukhtar Orango, juru bicara pemerintah Somalia, kepada Anadolu Agency, setelah serangan.
Ismail menambahkan bahwa jumlah korban diperkirakan akan meningkat.
Saat ini, lanjut Ismail, otoritas belum menghitung keseluruhan korban yang meninggal di rumah sakit.
Warga Mogadishu, Mahmoud Ali, 30, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa itu adalah salah satu serangan paling mematikan dalam hidupnya.
Hussain Ibrahim, kapten polisi, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa saat ini penyelidikan sedang dilakukan.
Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan berdarah itu.
Pada 14 Oktober 2017 pemboman truk ganda di Mogadishu yang diduga dilakukan kelompok teroris al-Shabaab menewaskan sedikitnya 500 orang, mayoritas warga sipil.
* Ditulis oleh Davut Demircan