Maria Elisa Hospita
26 Agustus 2019•Update: 26 Agustus 2019
Wassim Seifeddine, Edward Haddad
BEIRUT
Kelompok Hizbullah di Lebanon membantah telah menembak dua drone Israel, yang jatuh di pinggiran selatan ibu kota Beirut, pada Minggu pagi.
"Drone pertama jatuh, sementara yang lainnya meledak, dan menyebabkan kerusakan parah pada kantor media Hizbullah," ungkap juru bicara Hizbullah Mohamed Afifi, kepada kantor berita Lebanon.
Menurut Afifi, drone pertama yang meledak adalah "jebakan". "Drone pertama kini tengah dianalisis oleh Hizbullah," kata dia lagi.
Sementara itu, militer Lebanon mengkonfirmasi adanya insiden tersebut dalam sebuah pernyataan.
"Tentara telah menutup lokasi jatuhnya kedua pesawat itu," kata militer.
Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri menyebut kecelakaan pesawat tak berawak Israel sebagai agresi terhadap kedaulatan Lebanon.
"Ini adalah ncaman bagi stabilitas regional dan upaya untuk mendorong eskalasi konflik," tegas Hariri, dalam sebuah pernyataan.
Presiden Michel Aoun menegaskan bahwa Beirut akan meresponsnya dengan mengambil "langkah-langkah yang sesuai".
Dalam sebuah pernyataan, Aoun menyebut insiden itu sebagai "indikasi permusuhan Israel dan ancaman stabilitas dan perdamaian di Lebanon".
"Lebanon sangat mengutuk agresi ini dan akan mengambil langkah-langkah yang tepat setelah berkonsultasi dengan pihak berwenang terkait," tambah dia.
Hingga saat ini, pihak Israel belum berkomentar tentang insiden tersebut.
Pada 2006, Israel melancarkan perang melawan Hizbullah yang menewaskan sedikitnya 1.200 orang, di mana sebagian besar korban adalah warga sipil Lebanon.