Berry Eitel
11 Agustus 2017•Update: 13 Agustus 2017
By Barry Eitel
SAN FRANSISCO
Ilmuwan mengumumkan temuan baru dalam metode pengeditan gen yang bisa membuka jalan menumbuhkan organ tubuh manusia dalam babi untuk transplantasi atau cangkok organ.
Teori penumbuhan organ manusia di dalam babi memang sudah didengar sebelumnya namun belum bisa dilakukan karena binatang babi membawa penyakit genetik yang bisa berbahaya bagi manusia.
Khususnya, retrovirus endogen babi (PERV) yang bisa dibawa dalam susunan genetik babi walaupun tidak sakit karenanya. Penelitian menunjukkan PERV bisa mengakibatkan penyakit leukemia atau penyakit kanker lainnya pada manusia.
Namun penerobosan menggunakan teknologi CRISPR untuk mengedit gen menjadikan babi bebas dari virus PERV. Ilmuwan di Universitas Hardvard, serta tim riset di Tiongkok dan Denmark, menemukan mereka bisa mencari bagian gen yang membawa PERV dan membuangnya. Secara teori, babi yang sudah dimodifikasi genetikanya bisa kemudian membawa organ tubuh untu pasien manusia, dalam proses yang disebut xenotransplantation.
Studi itu sebagian didanai dan dilakukan oleh perusahaan bioteknologi eGenesis. Laporan itu diterbitkan di jurnal Science.
“Ini adalah publikasi pertama yang melaporkan mengenai produksi babi bebas PERV,” kata penemu eGenesis Luhan Yang dalam pernyataannya.
“Riset ini menunjukkan lompatan penting dalam mengatasi masalah keamanan mengenai penularan virus antar-species. Tim kami akan kemudian menggunakan babi bebas PERV ini untuk proses xenotransplantation yang aman dan efektif.”
Terdapat kekurangan drastis dalam jumlah organ manusia yang tersedia di dunia. Departemen Kesehatan AS memperkirakan sekitar 117.000 lelaki, perempuan dan anak-anak masih menanti cangkok organ di AS saja. Rata-rata 22 warga AS meninggal setiap hari sambil menunggu transplantasi.
Xenotransplantation menggunakan babi telah diidentifikasi sebagai solusi yang sangat mungkin mengatasi krisis kekurangan organ karena organ babi dan manusia mirip dalam ukuran dan fungsi.