Maria Elisa Hospita
21 April 2020•Update: 21 April 2020
Gokhan Ergocun
ISTANBUL
Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) 170 negara akan mengalami penurunan karena dampak pandemi virus korona.
"Padahal, hanya beberapa bulan lalu kami memproyeksikan 160 negara akan mencatat pertumbuhan pendapatan per kapita yang positif," ujar Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada Senin malam.
Dia menyebut pandemi ini sebagai "krisis global yang belum pernah ada sebelumnya", yang berdampak besar bagi sektor kesehatan dan ekonomi.
"Hasilnya mengerikan. Lebih kompleks dan tidak pasti. Kami memperkirakan aktivitas ekonomi global akan lesu seperti Depresi Hebat (1920-1930)," imbuh Georgieva.
"Sejauh ini, langkah-langkah fiskal mencapai sekitar USD8 triliun dan bank-bank sentral telah melakukan suntikan likuiditas besar-besaran," ujar pimpinan IMF merujuk pada tindakan negara-negara dalam menangani pandemi ini.
Dia menambahkan bahwa IMF telah memaksimalkan kapasitas pinjamannya untuk menyediakan sumber daya keuangan secepatnya bagi para anggotanya.
Virus korona, atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, dan telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Virus itu telah menginfeksi lebih dari 2,47 juta orang di seluruh dunia dan merenggut 170.400 nyawa.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikat, lebih dari 652.000 pasien sudah dinyatakan pulih.