Maria Elisa Hospita
17 Mei 2018•Update: 17 Mei 2018
Zahid Rafiq
SRINAGAR, Jammu dan Kashmir
Pemerintah India pada Rabu mengumumkan gencatan senjata bersyarat di Jammu dan Kashir atas kelompok militan selama bulan Ramadan.
"Keputusan diambil untuk mewujudkan situasi yang damai selama Ramadan," kata Menteri Dalam Negeri India lewat Twitter.
Namun, pernyataan itu juga menyebutkan bahwa pasukan India "berhak untuk membalas jika diserang atau untuk melindungi nyawa orang-orang yang tidak bersalah".
Pekan lalu, pemerintah di Jammu dan Kashmir mengajukan permohonan ke pemerintah pusat untuk mengumumkan gencatan senjata secara sepihak di kawasan itu selama bulan Ramadan.
Sejak Operasi All Out tahun lalu, pasukan India telah memburu militan dan menaklukkan mereka, yang sebagian besar berada di selatan Kashmir.
Kashmir - wilayah Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim - beberapa bagian wilayahnya dikuasai oleh India dan Pakistan, namun diklaim secara penuh oleh keduanya.
Kedua negara telah berseteru dalam tiga perang - pada tahun 1948, 1965 dan 1971 - sejak mereka dipartisi pada tahun 1947. Dua dari tiga perang adalah untuk memperebutkan Kashmir.
Tahun 2003, gencatan senjata mulai diberlakukan.
Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah melancarkan perlawanan untuk memperjuangkan kemerdekaan mereka, atau unifikasi dengan Pakisan.
Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik di wilayah itu sejak 1989.