Hayati Nupus
29 Maret 2018•Update: 30 Maret 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menggelar pertemuan bilateral The 2nd Indonesia-United States Oceans Law and Maritime Policy Dialogue sepanjang 28-29 Maret 2018, di Jakarta.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama maritim antara Indonesia dengan AS.
“Dialog ini bernilai sangat strategis, agar Indonesia dan AS sama-sama memahami kebijakan masing-masing negara, khususnya mengenai kelautan dan konvensi hukum laut,” ungkap Arif, Kamis, dalam siaran pers.
Ini merupakan pertemuan kedua, 2016 lalu Indonesia dan Amerika Serikat menggelar pertemuan bilateral serupa.
Pertemuan kali, ujar Arif, ini membahas sejumlah persoalan. Yaitu kerja sama antara Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia dan United States Coast Guard, tindak lanjut dukungan AS agar Indonesia menjadi tuan rumah East Asia Summit Marine Litter Conference dan pemelihataan situs kapal penjelajah USS Houston yang karam di Teluk Banten pada perang dunia ke II.
Selain itu, kata Arif, AS juga mengundang Indonesia menjadi bagian dalam The Safe Ocean Network Steering Committee dan Asean Regional Forum Marine Litter Project.
Dari Amerika, pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari US Ministry of Foreign Affairs, US Ministry of Defence, US Navy, US Coast Guard dan wakil dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.