Pizaro Gozali İdrus
15 Mei 2018•Update: 15 Mei 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia mengecam keras kebijakan Amerika Serikat (AS) yang membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada Senin.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan langkah AS ini melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), serta mengancam proses perdamaian dan bahkan perdamaian itu sendiri.
“Indonesia mendesak Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB segera bersidang untuk mengambil sikap dan langkah yang tegas,” ujar Menteri Retno melaui cuitan di Twitter, Senin malam.
Menteri Retno juga mengatakan Indonesia mendorong negara-negara anggota PBB lainnya untuk tidak mengikuti langkah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan besar mereka ke sana.
“Pemerintah dan rakyat Indonesia, akan terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya,” tegas Menteri Retno.
AS secara resmi telah memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Senin.
Dalam pesan videonya, Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel adalah negara merdeka dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Sementara itu, ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak kemarin pagi untuk mengikuti demonstrasi pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sedikitnya 58 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam aksi tersebut, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Demonstrasi akan mencapai puncaknya pada Selasa, 15 Mei, tepat pada saat peringatan 70 tahun berdirinya Israel, yang disebut orang Palestina sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".