İqbal Musyaffa
08 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah Indonesia masih terus melakukan komunikasi secara intensif dengan International Committee of the Red Cross (ICRC) untuk membahas pemenuhan akses kemanusiaan terhadap etnis Rohingya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia sudah melibatkan ICRC sejak awal pembicaraan kondisi Rohingya dengan Aung San Suu Kyi sebagai pemimpin de facto Myanmar.
“Komunikasi dengan ICRC berjalan baik, termasuk dengan kantor pusat mereka di Jenewa dan ICRC Myanmar,” jelas Menteri Retno di Jakarta, Kamis.
Pada saat sidang majelis umum PBB tahun lalu, Menteri Retno mengatakan Indonesia juga sudah bertemu dengan ICRC untuk menyelesaikan konflik kemanusiaan yang melibatkan etnis Rohingya.
Selain itu, Menteri Retno mengatakan Indonesia sudah menyampaikan kesiapan guna membantu pemerintah Myanmar dalam mempersiapkan lokasi untuk kepulangan pengungsi Rohingya yang saat ini masih banyak berada di pos penampungan di Bangladesh.
“Saat ini relokasi sedang dibahas. Kita siap membantu penyiapan shelter bagi etnis Rohingya [yang kembali ke Myanmar],” imbuh dia.