Muhammad Abdullah Azzam
18 Februari 2021•Update: 18 Februari 2021
Ali Jawad
BAGHDAD
Serangan roket yang menargetkan bandara Erbil dilakukan dari dalam wilayah Kurdi, kata tentara Irak pada Rabu.
Seorang kontraktor warga Amerika Serikat (AS) tewas dan sembilan lainnya, termasuk seorang tentara AS, terluka dalam serangan roket pada Senin, di mana sebuah kelompok bersenjata Irak yang menamakan dirinya "Penjaga Brigade Darah" mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Juru bicara militer Irak Yahya Rasoul mengatakan kepada kantor berita resmi Irak bahwa 11 roket ditembakkan dari dalam wilayah Kurdi.
"Roket diluncurkan dari dua wilayah di Erbil, 5 kilometer dari pusat kota," kata dia.
Empat roket jatuh di dalam kompleks bandara Erbil, sementara sisanya menghantam daerah permukiman.
Rasoul menekankan bahwa Irak "tidak akan menerima wilayahnya menjadi arena untuk menyelesaikan masalah [asing]”.
Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi memerintahkan pembentukan komite bersama antara pemerintah Irak dan Erbil untuk menuntut pertanggungjawaban dari para penyerang.
Pada September 2020, serangan roket lain oleh militan tak dikenal menargetkan bandara Erbil, tetapi tanpa menimbulkan korban jiwa.
Saat itu, Pemerintah Daerah Kurdi menuduh milisi Hashd al-Shaabi berada di balik penyerangan tersebut.