Michael Gabriel Hernandez
14 Oktober 2021•Update: 15 Oktober 2021
Iran diam-diam berupaya melanjutkan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi dalam sebuah keputusan yang dilihat sebagai langkah untuk mengakhiri perang di Yaman, menurut laporan media baru-baru ini.
Yang terpenting, waktu proses normalisasi telah menjadi titik yang sulit antara Teheran dan Riyadh karena mereka telah menyelesaikan empat putaran pembicaraan, menurut Bloomberg News, yang melaporkan perkembangan tersebut, mengutip dua sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut.
Iran telah mendukung pemberontak Houthi di Yaman, yang tetap mengendalikan pusat populasi utama di negara itu setelah menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sana'a, pada 2015.
Arab Saudi telah mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dan negara itu meluncurkan serangan koalisi Teluk yang bertujuan untuk mengusir kekuatan Houthi.
Upaya itu hanya sedikit berhasil dan Houthi telah berulang kali menargetkan dan menyerang infrastruktur minyak Arab Saudi yang sensitif.
Putaran terakhir pembicaraan antara Iran dan Arab Saudi berakhir pada 21 September dan pertemuan berikutnya diperkirakan akan digelar "segera," menurut Bloomberg.
Arab Saudi ingin melihat kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri konflik di Yaman sebelum hubungan dimulai kembali sementara Iran mengusulkan pembukaan kembali konsulat di Mashhad dan Jeddah sebagai isyarat "niat baik".
Irak berperan sebagai perantara selama proses tersebut, menurut Bloomberg.