İqbal Musyaffa
13 Januari 2018•Update: 14 Januari 2018
Eshat Firat
YERUSALEM
Israel dalam anggaran negara terbarunya berencana menutup tujuh misi diplomatiknya di seluruh dunia, kata harian Israel Haaretz.
Dalam anggaran 2019, yang disetujui Jumat lalu, tidak ada informasi detail tujuh misi diplomatik apa saja yang akan ditutup, setelah negara ini sebelumnya merencanakan akan menutup 22 misi.
Beberapa misi Israel di negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Kanada akan kembali ditinjau karena tingginya biaya operasional tahunan Israel disana.
Selain itu, Departemen Keuangan Israel juga mengusulkan pemotongan jumlah misi ataupun penggabungan beberapa misi diplomatik di Turki.
Israel saat ini memiliki kedutaan besar di ibukota Turki Ankara dan sebuah konsulat di pusat keuangan Istanbul.
Israel juga memiliki rencana untuk mengurangi 140 pegawai kementerian luar negeri. Namun, rencana tersebut diganti dengan rencana untuk mendorong para staf kementerian agar pensiun.
Saat ini Israel memelihara hubungan diplomatik dengan 162 negara di seluruh dunia.
Akhir-akhir ini terjadi kehebohan baru dengan adanya pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel yang memicu kontroversi global.
Pada bulan lalu dalam sebuah pemungutan suara di PBB, melalui sebuah resolusi yang disponsori Turki, telah menolak langkah yang dilakukan AS, meskipun AS, Israel, dan beberapa negara kecil menolak resolusi tersebut.
Israel juga kebali memicu kecaman dunia internasional melalui rencana mereka memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat pada Kamis lalu.