Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Januari 2019•Update: 30 Januari 2019
Muhammed Emin Canik
BUENOS AIRES, Argentina
Jaksa Agung Venezuela pada Selasa meminta Mahkamah Agung negara itu untuk melakukan penyelidikan terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido menyusul bentrokan dengan kekerasan baru-baru ini.
Berbicara kepada wartawan, Jaksa Agung Tarek Saab mengatakan dia meminta Mahkamah Agung untuk mengambil langkah-langkah pencegahan termasuk melarang Guaido meninggalkan negara dan memblokir rekening keuangannya.
Saab mengatakan Guaido memimpin insiden kekerasan di negara itu dan mengganggu perdamaian publik.
Permintaannya diajukan setelah AS pada Selasa mengumumkan bahwa pihaknya memberikan kendali atas sejumlah aset Venezuela kepada pemimpin oposisi.
Departemen Luar Negeri mengonfirmasi bahwa AS mengesahkan otoritas Guaido untuk menerima kendali atas aset tertentu yang dipegang oleh Bank Cadangan Federal New York atau bank lainnya.
Lembaga itu mengatakan aset akan dipindahkan untuk menjaga kepentingan rakyat Venezuela.
"Orang-orang Venezuela telah berani menentang Presiden Nicolas Maduro dan rezimnya dan menuntut kebebasan dan aturan hukum," kata Presiden AS Donald Trump dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih.
Pengalihan aset oleh AS menyusul langkah Guaido, ketua Majelis Nasional, yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara minggu lalu.
AS, Kanada dan sejumlah negara Amerika Latin segera mengakui klaim Guaido, sementara Maduro dengan cepat mengecam dan menyerukan Washington untuk menarik para diplomatnya dari Venezuela.
Pada Senin, AS memberlakukan sanksi terhadap perusahaan minyak milik Venezuela, PDVSA.
Sanksi tersebut diperkirakan akan memblokir USD7 miliar dalam aset dan menghasilkan hilangnya pendapatan ekspor sebanyak USD11 miliar selama setahun kedepan.
Langkah itu juga merupakan upaya Washington untuk mencegah Maduro mendapatkan dana dari sumber pendapatan minyak, sektor utama perekonomian Venezuela.