Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Mei 2019•Update: 09 Mei 2019
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman mengutuk serangan rezim Suriah di provinsi Idlib yang berlangsung selama dua minggu terakhir dan menewaskan lebih dari 100 warga sipil.
Berbicara pada konferensi pers di Berlin pada Rabu, wakil juru bicara kementerian luar negeri Jerman mengatakan rezim Suriah dan sekutunya telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menargetkan sekolah dan rumah sakit.
"Kami mengutuk pemboman berat yang menargetkan infrastruktur kemanusiaan," kata Christofer Burger, menambahkan bahwa beberapa fasilitas medis yang didanai Jerman juga terkena serangan udara bom barel yang diluncurkan rezim Assad.
"Setiap tindakan militer [terhadap kelompok teroris] harus sesuai dengan hukum internasional, penduduk sipil harus dilindungi," tegas dia.
Setidaknya 108 warga sipil terbunuh di Idlib sejak 26 April, ketika rezim Suriah dan sekutu militernya meningkatkan serangan mereka, menurut Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR).
September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk menjadikan provinsi Idlib di utara Suriah menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan dilarang secara tegas.