Maria Elisa Hospita
29 Oktober 2018•Update: 30 Oktober 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Partai Kanselir Angela Merkel mengalami kekalahan besar dalam pemilihan regional di Negara Bagian Hesse, Jerman Tengah.
Televisi ARD memprediksi bahwa Christian Democratic Union (CDU) hanya mampu menggaet 27,8 persen suara, yang artinya mengalami penurunan signifikan dari perolehan suara lima tahun lalu, 38,3 persen.
Itu adalah perolehan suara terburuk di Hesse sejak tahun 1970, dan diperkirakan akan memicu perdebatan di dalam tubuh partai mengenai masa depan kepemimpinan Merkel.
Partai Sosial Demokrat (SPD) juga mengalami keterpurukan dengan perolehan suara hanya 19,5 persen.
Sementara itu, Green Party yang pro lingkungan dan imigrasi menyamai perolehan suara SPD, yakni 19,5 persen.
Hasil prediksi juga menunjukkan bahwa partai AfD memperoleh 12,5 persen suara, sehingga membawanya ke Parlemen Negara Bagian Hesse untuk pertama kalinya.
Skenario koalisi
Perdana Menteri Hesse dan kandidat utama dari CDU, Volker Bouffier mengatakan bahwa meskipun kalah besar, CDU masih menjadi partai terbesar di negara bagian tersebut.
“Kami belum pernah melihat kampanye pemilu seperti ini sebelumnya. Persoalannya sudah jelas: Banyak bertengkar, sedikit bekerja," ujar Bouffier mengacu pada perseteruan yang mengguncang pemerintahan koalisi Merkel dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Bouffier, CDU akan mengadakan perundingan dengan semua pihak -- kecuali dengan AfD dan Die Linke -- untuk membentuk pemerintahan koalisi.
CDU rupanya memiliki dua opsi utama, baik pemerintah koalisi dengan Green Party, atau koalisi tiga partai yang melibatkan Green Party dan Partai Demokrat Bebas (FDP).
FDP berhasil meraup 7,9 persen suara, naik 5 persen dari pemilu sebelumnya.