Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Oktober 2018•Update: 24 Oktober 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk keras pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi sampai insiden itu diperjelas.
"Apa yang terjadi di Konsulat Arab Saudi di Turki adalah peristiwa yang ganjil," kata Merkel pada Senin, saat kampanye pemilu di Ortenberg, dekat Frankfurt.
“Masalah ini harus diperjelas. Dan hingga semuanya jelas, tidak akan ada ekspor senjata ke Arab Saudi. Saya mengatakan ini secara eksplisit,” kata dia.
Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post, terakhir terlihat pada 2 Oktober ketika dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Setelah berhari-hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pekan lalu mengklaim Khashoggi meninggal dalam perkelahian di dalam konsulat.
Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih berada di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.
Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengakui pada Minggu bahwa Khashoggi tewas di dalam Konsulat Saudi, tetapi mengatakan bahwa Putra Mahkota Muhammad bin Salman tidak mengetahui apa pun tentang hal itu.
Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir mengklaim bahwa itu adalah operasi nakal oleh sejumlah individu yang melampaui tanggung jawab mereka dan kemudian mencoba untuk menutupi semuanya.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan mengumumkan temuan awal penyelidikan Ankara pada Selasa.