Diyar Güldoğan
17 September 2026•Update: 17 September 2026
Kanada pada Rabu secara resmi mengajukan diri untuk bergabung dengan Joint Expeditionary Force (JEF), koalisi militer pimpinan Inggris, sebagai langkah untuk mempererat kerja sama pertahanan dengan London dan negara-negara mitranya di Eropa.
"Perdana Menteri (Mark) Carney mengumumkan bahwa Kanada telah secara resmi mengajukan diri untuk bergabung dengan Joint Expeditionary Force dan menyambut dukungan Inggris terhadap partisipasi Kanada dalam inisiatif penting ini," kata kantor Carney dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Carney bertemu Perdana Menteri Inggris Andy Burnham di Inggris. Kedua pemimpin membahas upaya memperkuat hubungan pertahanan yang telah lama terjalin antara kedua negara.
JEF saat ini beranggotakan Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris.
Menurut kantor Carney, kedua perdana menteri juga membahas peluang kerja sama industri pertahanan melalui Global Combat Air Programme (GCAP), yang diikuti Kanada sebagai negara pengamat pada Juli tahun ini.
Secara terpisah, kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street mengatakan kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai peluang dan tantangan yang ditimbulkan kecerdasan buatan (AI).
Keduanya sepakat mengenai pentingnya pemerintah dan sektor teknologi bekerja sama untuk mengatasi berbagai persoalan bersama serta menjaga keamanan daring.
Burnham juga menyambut langkah Kanada yang pada musim panas tahun ini menjadi negara pertama yang bergabung dengan GCAP sebagai pengamat.