Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Maret 2020•Update: 31 Maret 2020
Erdogan Cagatay Zontur
ANKARA
Hanya beberapa hari setelah mencapai setengah juta, jumlah kasus virus korona di seluruh dunia melampaui angka 755.000 pada Senin, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat.
Virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China, pada Desember lalu itu telah menyebar ke setidaknya 177 negara dan wilayah, dengan lebih dari 36.000 kematian di seluruh dunia.
Sebanyak 158.000 orang yang didiagnosis dengan virus sejauh ini telah pulih secara global.
Italia, Spanyol, China dan Iran menjadi negara yang paling terkena dampak dalam hal jumlah kematian, tetapi Amerika Serikat menempati urutan teratas dalam jumlah kasus tertinggi dengan 132.637.
Italia mencatat kematian terbanyak dengan 11.591 kematian dengan hampir 101.000 kasus, sementara Spanyol melaporkan 7.340 kematian dan lebih dari 85.000 kasus dikonfirmasi.
Sementara itu, jumlah kematian di Iran mencapai 2.757 dan jumlah total kasus melampaui 41.400 di negara itu.
Banyak negara telah membatasi penerbangan dari tempat-tempat yang paling terkena dampak dan menerapkan karantina wilayah setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah pandemi dan Eropa sebagai pusat wabah baru.