Maria Elisa Hospita
07 April 2018•Update: 08 April 2018
Selen Temizer dan Zuhal Demirci
ANKARA
Pertemuan kelompok kerja Turki dan Amerika Serikat (AS) untuk membahas Manbij, Suriah, akan ditunda sampai Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjabat.
Saat kunjungan terakhir mantan Menlu Rex Tillerson ke Turki pada 19 Februari, Tillerson mengatakan bahwa Ankara dan Washington telah mencapai kesepahaman mengenai Suriah.
"Latihan konstruktif telah dimulai antara kedua negara. Kami akan menunggu sampai Menlu AS yang baru menjabat dan administrasi AS pulih setelah Tillerson dikeluarkan dari kantor," kata sumber diplomat.
Menurut sumber itu, kelompok kerja Turki-AS dapat diadakan pada Mei.
Mengenai delapan titik observatorium Turki di Idlib Suriah yang dibentuk sebagai bagian dari perundingan damai Astana, sumber itu mengatakan bahwa negara penjamin lainnya -- Rusia dan Iran -- telah menetapkan titik pengamatan, yaitu ke pasukan rezim Assad.
- Tanggapan Rouhani soal Afrin
Saat konferensi tripartit di Ankara, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan bahwa dia memahami upaya Turki untuk mewujudkan keamanan nasional.
Turki dan Iran telah sepakat untuk mendukung integritas teritorial Suriah dan menolak segala wacana yang memecah belah negara itu.
Iran mendukung solusi politik yang sejalan dengan harapan rezim Assad dan ingin memaksimalkan legitimasi itu.
Sumber itu mengungkapkan bahwa Turki dan Rusia sama-sama memahami sikap Turki terhadap YPG / PKK, "meskipun mereka tidak sepenuhnya menyetujui soal Suriah".
Rusia membuka wilayah udara di Afrin untuk Turki selama Operasi Ranting Zaitun dan YPG / PKK tidak diundang ke Kongres Dialog Nasional untuk membahas Suriah di Sochi, Rusia, pada 30 Januari, yang menunjukkan dukungan Rusia untuk Turki .