Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 Oktober 2018•Update: 13 Oktober 2018
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India
Kelompok-kelompok nasionalis Hindu secara paksa menutup kedai daging dan ayam di Gurgaon, kota satelit New Delhi, menjelang festival Navratri yang dimulai Rabu.
Festival puasa sembilan hari dirayakan di seluruh negeri di mana umat Hindu menahan diri dari makan makanan non-vegetarian.
Kelompok sayap kanan mengatakan mereka ingin mencegah penjualan daging selama festival karena pemerintah tidak menerima permintaan mereka untuk menerbitkan larangan.
"Kami ingin selama periode ini tidak boleh ada penjualan produk non-vegetarian di mana pun di kota ini," kata kepala distrik Shiv Sena Gautam Saini.
"Kami telah membentuk tim untuk mengawasi setiap toko agar tetap tutup selama festival," katanya kepada Anadolu Agency.
Rajiv Singh, anggota Shiv Sena lainnya, mengatakan "kami akan menutup paksa toko-toko yang tetap buka selama periode ini."
Seorang pemilik toko daging setempat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan "mata pencaharian kami bergantung pada perdagangan daging. Bagaimana kami akan bertahan jika kami menutup toko kami selama sembilan hari?"
Meskipun begitu, Polisi mengatakan mereka tidak akan mengizinkan siapa pun untuk menutup toko-toko.
“Pemerintah tidak akan membiarkan siapa pun untuk menghakimi sendiri. Kami terus mengawasi situasi ini. Jika kami menerima keluhan, kami akan segera mengambil tindakan,” kata Sumit Kohar, komisaris distrik polisi, kepada wartawan.
Sapi dianggap suci dalam agama Hindu dan sejak Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa pada 2014 telah terjadi peningkatan serangan terhadap pemilik ternak Muslim oleh nasionalis Hindu, dengan beberapa kelompok perlindungan sapi yang muncul di negara tersebut.
Kebanyakan orang India adalah vegetarian, sementara kebanyakan toko daging di negara ini dimiliki oleh orang Muslim.