Maria Elisa Hospita
21 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Cansu Dikme
ANKARA
Kelompok pro rezim Bashar al-Assad yang mencoba masuk ke Afrin, Suriah, untuk membantu kelompok teroris YPG/PKK-Daesh melawan Turki dalam operasi kontraterorisme yang sedang berlangsung, dilaporkan menarik diri pada Selasa.
Setelah pasukan Turki melontarkan tembakan peringatan, kelompok pro rezim pun mundur sebelum sempat mencapai Afrin, yaitu 10 kilometer dari pusat kota.
Kelompok pro rezim bertolak dari wilayah Nubl-al-Zahraa, di selatan Afrin, sekitar pukul 5 sore (1400GMT).
Mereka mencoba masuk ke Afrin dengan konvoi 20 kendaraan, termasuk kendaraan lapis baja yang dilengkapi dengan senapan berat DShK.
Turki melancarkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari untuk mengusir teroris YPG/PKK-Daesh dari Afrin.
Staf Militer Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, juga untuk melindungi rakyat Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga mengatakan, sasaran satu-satunya operasi ini adalah teroris, dan keselamatan penduduk sipil menjadi prioritas utama.