Muhammad Abdullah Azzam
09 Juli 2020•Update: 10 Juli 2020
Mohamad Misto, Ethem Emre Ozcan
AL-HASAKAH, Suriah
Kelompok teroris YPG/PKK pekan lalu menculik empat anak lagi di Suriah utara, di antaranya terdapat dua anak perempuan, lalu merekrut mereka secara paksa ke milisi mereka, lapor sumber setempat.
Teroris YPG/PKK masih terus menculik anak-anak di daerah-daerah di bawah pendudukan mereka, kata sumber tersebut.
Para teroris menculik empat anak, dua di antaranya di Ayn al-Arab, juga dikenal sebagai Kobane, dan sisanya di distrik Qamishli dan Dirbasiye di provinsi Al-Hasakah.
Sumber itu mengatakan organisasi teroris YPG/PKK menculik anak-anak ini untuk memaksa mereka berperang, dengan dibawa ke kamp-kamp mereka di Gunung Kandil.
Sejumlah keluarga yang anaknya diculik tak dapat mengemukakan bahwa anak mereka telah diculik karena ketakutan atas ancaman dari YPG/PKK.
Bulan lalu, kelompok teroris itu juga menculik setidaknya empat anak perempuan berusia 11 hingga 17 tahun.
Para teroris mendoktrin anak-anak itu dan memberikan pelatihan senjata kepada mereka.
Organisasi teroris itu juga masuk dalam “Laporan Perdagangan Manusia 2020” oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada 26 Juni lalu karena menculik anak-anak untuk mempersenjatai mereka.
Dalam laporannya yang diterbitkan pada 16 Januari, Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa teroris YPG/PKK menggunakan anak-anak sebagai petarung di Suriah.